Mengapa Agus Yudhoyono ?

un_medal_parade_lebanon

Masyarakat Jakarta dikejutkan dengan hasil putusan 4 Parpol yang menyebut diri mereka “Koalisi Cikeas” Keempat partai itu adalah Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Koalisi Cikeas menyatakan dukungannya dan mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2017 – 2022.

 Terkejut karena Agus Yudhoyono memiliki karier cemerlang didunia militer dan bahkan sebagian masyarakat banyak yang menggadang-gadang Agus sebagai calon Panglima TNI dimasa mendatang. Agus seperti diketahui masih berstatus sebagai perwira TNI AD aktif yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning, sedangkan Sylvi saat ini masih menjabat sebagai Deputi Gubernur bidang Kebudayaan dan Pariwisata. Bisa dianggap Agus sudah mengambil pertaruhan besar dengan meninggalkan karier militer dan terjun ke dunia politik.

 (Awalnya) saya menilai, Agus Harimurti Yudhoyono terlalu cepat ditarik ke dunia politik dengan menjadi Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta. Sebab, Agus saat ini masih perwira menengah dengan pangkat mayor infanteri. Agus masih sangat muda, tak punya pengalaman politik apa pun, dan tak juga punya pengalaman militer yang cukup tinggi untuk diajukan jadi cagub DKI Jakarta. Kita bisa membandingkan dengan Gubernur-Gubernur DKI terdahulu yang juga berasal dari militer, mulai dari Ali Sadikin, Tjokro Panolo, hingga Sutiyoso. Semuanya menjadi Gubernur DKI dengan modal pangkat letnan jenderal. Bahasa sarkasme yang terlintas dibenak saya “Apa warga Jakarta sudi mempercayakan pengelolaan Jakarta yang rumit ini kepada seseorang yang masih berpangkat mayor?”

 Namun setelah saya pikir lebih lanjut, saya kok rasanya ‘membaca’ strategi apa yang sedang dimainkan Pak SBY. SBY menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2015-2020. Selepas 2020, beliau tentu ingin mempertahankan dominasi Keluarga Cikeas sebagai penguasa Demokrat, nyaris setali tiga uang dengan Klan Soekarno di PDI-P. Meski yang terjun dalam dunia politik praktis adalah putra bungsu, yakni Eddie Baskoro Yudhoyono (Ibas), ternyata lebih banyak yang mendoakan anak sulung Presiden Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai calon presiden masa depan. Padahal Agus Harimurti jelas-jelas bukan orang parpol, tidak terjun dalam dunia politik dan masih aktif sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI). Artinya, dari sisi kelaziman harusnya Ibas yang lebih berpeluang didorong-dorong. Namun semua tau, masyarakat jauh lebih memuja Agus Yudhoyono sebagai calon pemimpin RI masa depan. Dan SBY sadar akan hal tersebut, hingga beliau harus mulai menyiapkan Agus sebagai politisi mulai dari sekarang, dan dimulai dari Calon Gubernur DKI Jakarta.

 SBY tentunya punya perhitungan pribadi, bahwa Agus akan dipersiapkan sejak dini menjadi Calon Ketua Umum Demokrat tahun 2020. Apabila masih menjadi Anggota Militer seperti sekarang, tentunya hal tersebut tidak akan bisa terealisasi pada tahun 2020. Maka mencalonkan Agus menjadi Calongub DKI dan mundur sebagai Anggota TNI adalah sebuah keniscayaan untuk mencapai target menjadikan Agus Yudhoyono sebagai politisi yang sudah “matang” pada Pilpres 2024 dengan terlebih dahulu menjadikannya Ketua Umum Demokrat pada tahun 2020. Tidak ada yang bisa menyangkal kalau SBY sebagai figur perekat dan yang pasti bisa diterima oleh seluruh kader Demokrat. Kader Demokrat meyakini bahwa SBY dengan segudang pengalaman dan pengetahuan sekaligus memiliki sikap kenegarawanan, sikap tengah yang bijak, akan membawa kembali Partai Demokrat di jalur kemajuan dan masa-masa emas. Dan yang layak menggantikan tentunya seseorang yang memiliki hubungan darah langsung dengan SBY dan memiliki kharisma yang sama, yaitu Agus Yudhoyono.

 Kita boleh saja menyayangkan dan bahkan menyesalkan “ambisi” SBY dan (jangan lupa) Ibu Ani, seolah beliau berdua mengorbankan karier Agus Yudhoyono untuk mencapai ego pribadi mereka dengan menggunakan Agus Yudhoyono sebagai pion. Namun, orang tua mana yang mau memberikan masa depan suram buat anaknya ? Dan saya amat sangat yakin, SB dan Ani Yudhoyono tidak mungkin akan melakukan tindakan yang akan merugikan masa depan anaknya. Malah mereka berdua, saya yakini, membuka gerbang baru bagi Agus untuk meraih ‘jalan singkat’ untuk mencapai cita-cita yang diinginkan, menjadi Ketua Umum Partai Politik terbesar ke – 4 di Indonesia dan menjadi Bakal Calon Presiden RI pada Pemilu 2024. Rasanya waktu 8 tahun cukuplah untuk membentuk seorang Agus Yudhoyono menjadi politisi ulung sekaligus jadi Calon Pemimpin masa depan Indonesia.

 Jadi, berhentilah ‘baper’ terhadap berakhirnya karier Militer Agus Yudhoyono, karena dia sedang dipersiapan SBY dan Ani Yudhoyono untuk tujuan yang jauh lebih besar lagi, bukan sekedar jadi Panglima TNI apalagi jadi Gubernur DKI Jakarta.

 “Parents are the ultimate role models for children. Every word, movement and action has an effect. No other person or outside force has a greater influence on a child than the parent.” (Bob Keeshan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s