Ciri-Ciri Negara Gagal

Apa yang disebut dengan negara gagal ? Definisi dapat bermacam-macam dan orang dapat berdebat mengenai hal itu tanpa henti. Jadi, lebih baik disebutkan beberapa kriteria atau ciri khas yang banyak disepakati di dunia ini mengenai apa yang disebut sebagai negara gagal. Yang terpenting adalah hal-hal berikut ini.

· Terasa tidak ada lagi jaminan keamanan: orang merasa tidak aman dan tidak nyaman dan ingin mengungsi ke negeri orang. Kasus perusakan tempat-tempat ibadah merupakan salah satu hal yang khas bagi negara gagal.

· Pemerintah seakan-akan tidak lagi dapat menyediakan kebutuhan pokok, seperti pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, penyediaan bahan kebutuhan pokok (Indonesia: gas dan minyak tanah seperti yang terjadi belakangan ini). Infrastruktur menjadi semakin tak keruan dan tidak efektif lagi.

· Korupsi merajalela dan justru dilakukan oleh lembaga yang sebenarnya mempunyai tugas pokok melindungi rakyat, masyarakat, dan negara terhadap gangguan korupsi itu, seperti DPR, DPRD, Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, kepolisian, dan anggota kabinet. Di negara-negara gagal sebenarnya justru negara itu bersekongkol dengan para preman, mafia, dan teroris.

· Bentrokan-bentrokan horizontal di antara kelompok etnisitas yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Hal itu menunjukkan ketidakberdayaan aparat negara.

· Kehilangan kepercayaan masyarakat yang merata dan menyeluruh.

Apakah Indonesia sudah menjadi negara gagal ? Tidak! (Atau belum..) setidak-tidaknya, tetapi Indonesia menuju dengan cepat ke arah itu.

Di dunia ini sudah didaftar beberapa negara gagal, Indonesia belum termasuk. ( ???  IMHO, negara kita sudah masuk negara gagal, at least dimata Rakyatnya sendiri….) Namun, jika dibiarkan terus tanpa ada tindakan drastis untuk mencegahnya, hal itu akan menjadi kenyataan. Beberapa orang ahli atau beberapa lembaga internasional sudah mulai menyebut-nyebut bahwa Indonesia sudah harus sangat waspada dan berhati-hati. Berusahalah sekuat tenaga agar Indonesia tak jatuh menjadi negara gagal.

 

Resep untuk Indonesia

Pertama, Indonesia sudah harus mempunyai pemimpin baru: seorang pemimpin yang tegas, jelas, dan keras, di mana perlu kejam, tetapi adil. Sosok pemimpin seperti ini berani bertindak dan berani mempertanggungjawab kan tindakannya tanpa banyak cingcong.

Kedua, melihat keadaan yang semrawut dan kaotis di sekeliling kita, sebenarnya pada saat ini sudah harus ada sense of emergency and sense of urgency. Bahkan, negara Indonesia ini sudah harus berada dalam keadaan darurat. Jadi, pemerintah yang mencoba menegakkan benang yang sudah basah ini sudah harus memerintah dengan dekret.

Ketiga, mulai membenahi perekonomian nasional. Ini berarti, langkah perekonomian nasional yang tidak dihalangi oleh kesenjangan aturan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Masalah otonomi Indonesia kini merupakan struktur federal yang sangat kacau, suatu bom waktu yang ditinggalkan Orde Baru.

Keempat, hentikan korupsi besar-besaran dari pusat hingga daerah, dari yang tertinggi hingga ke yang terendah. Bila perlu, terapkan hukuman mati. Di Indonesia, orang berkorupsi karena yakin bahwa dia akan lolos asal saja cukup duit untuk menyogok para hakim dan lain-lain. Jadi, persyaratannya korupsi itu harus besar.

Kelima, hentikan pertikaian horizontal antarkelompok, antarkampung; pertikaian sewaktu menonton pertandingan sepak bola: antarpenonton, antara penonton dan pemain, mengejar dan memukuli wasit, melempar batu; pertikaian antarsuku, antarmahasiswa yang saling lempar batu; melempar batu ke gedung- gedung yang dibangun dengan uang rakyat; dan hentikan main hakim sendiri.

Kita ini manusia biasa. Hidup rakyat sudah sedemikian berat dan keadaan Indonesia ini sudah sedemikian terpuruk, janganlah kita perburuk keadaan dengan tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Tugas para pejabat Indonesia sudah sedemikian berat dan sukar. Jangan ditambah lagi dengan tindakan yang tidak perlu. Bangsa dan negara sudah demikian miskin, janganlah merusak kantor, pagar-pagar kantor atau sekolah, gedung sekolah atau gedung yang dibangun dengan darah rakyat.

Keenam, embuskan kembali semangat juang yang pernah kita miliki dan bangkitkan kembali patriotisme dengan definisi dan nilai-nilai baru sesuai dengan panggilan zaman atau Zeitgeist. Inilah saat bagi kita semua di ma- na-mana untuk memetakan 100 tahun berikutnya bagi Kebangkitan Nasional yang kedua.

Kita butuh apa yang disebut Umwertung aller Werten (perombakan semua tata nilai) dan suatu Umwertung von Grund aus (perombakan menyeluruh dari akar- akarnya). Mari kita bangun masyarakat berbasiskan pengetahuan karena abad ke-21 ini sarat dengan pengetahuan dan teknologi. Kita harus berubah secara menyeluruh: sikap hidup, cara hidup, gaya hidup, pola pikir, dan mindset kita.

Secara keseluruhan bangsa Indonesia sangat membutuhkan suatu perubahan budaya ke budaya teknologi dengan masyarakat berbasiskan pengetahuan. Cara lain tidak ada !

=====================================================================================

Sekarang yang dibutuhkan pemimpin Tertinggi di Negara ini adalah KEBERANIAN, yang mana hal itu sekarang tidak tampak dan tidak adanya wibawa seorang Presiden di mata bawahan atau rakyatnya…. Mudah-mudahan Pak SBY di periode ke-2 bisa merubah dirinya menjadi Presiden yg jauh lebih ‘galak’ dan tidak ewuh pakewuh menghadapi para Pimpinan Parpol pendukungnya.

About these ads

6 Comments

Filed under Only in Indonesia, Politik

6 responses to “Ciri-Ciri Negara Gagal

  1. Wh24

    wah…
    setuju!

  2. Saya tidak setuju kalau indonesia disebut negara gagal, negara gagal adalah negara yang rakyatnya akan selalu merasakan ketakutan, pertanyaan saya, apa anda merasa tidak aman selama ini tinggal di tempat anda?, tinggal di indonesia?, sampai saat ini belum ada yang namanya orang indonesia jadi pengungsi atau pencari suaka ke negara lain!…masih banyak orang2 yang berkumpul bercengkrama setiap akhir pekan dengan bebas, masih banyak yang mengendarai mobil2 mewah di jalan2, semuany menujukan kalau indonesia masih berkembang dan menuju indonesia sejahtera, kalau sedikit2 disebut negara gagal, sedikit2 disebut negara gagal, lama2 otak rakyat dipenuhi kepesimisan, bukan malah berusaha justru akan berpikir buat apa berusaha toh negara saja sudah gagal…orang yang menganggap indonesia negara gagal harus bertanggung jawab akan hal ini!…

  3. cookie

    bener !! indonesia harus dirubah !!!!
    indonesia bagaikan telur di ujung tanduk !

  4. jhon

    sy sepakat dengan opini anda,kr saya hanya bisa bertanya bahwa,apa ukuran kemerdekaan indonesia sampai dengan saat ini ? sementara warga negaranya pada mengeluh dan terus bertanya tentang penyelenggaraan negara ini .jika ada yang merasa indonesia bukan negara gagal,maka dia yang sebenarnya tidak mengikuti perkembangan atas negara ini dan bahkan dialah yang menghancurkan negaranya.

  5. Reblogged this on Amillavtr’s Blog and commented:

    Hari ini, 21 Juni 2012 media massa kembali dihebohkan ttg kabar Indonesia masuk kategori “Negara Gagal”. 4 Tahun lalu saya sudah membuat blog “peringatan dini” mengenai hal tsb. :-)

  6. Renee

    manS: untuk menjawab pertanyaan anda: YA, saya merasa tidak aman tinggal di Indonesia. Penipuan dimana-mana, kriminalitas dimana-mana, masyarakat seenaknya sendiri saat tidak ada aparat yang menjaga, korupsi dari tingkat terendah sampai teratas, kesejahteraan tidak merata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s